Monday, September 17, 2007

GEBYAR 17-an

Sebelum bulan Agustus biasanya aku diundang untuk menghadiri rapat anggota KAR – TAR ( Karang Taruna ). Pada bulan Juli aku diberi tugas membuat rancangan lomba 17-an dan waktu itu aku ditunjuk sebagai ketua panitia lomba tetapi aku tidak mau karena tugas seorang ketua panitia itu berat. Lomba – lombanya itu terdiri dari anak – anak, ibu – ibu sampai dengan bapak – bapak, dan ada pula lomba khusus KAR – TAR ( Karang Taruna ). Waktu lomba pertama kali dimulai aku biasanya menyaiapkan peralatannya terlebih dahulu. Setelah lomba anak – anak telah selesai diulanjutkan dengan lomba KAR – TAR. Waktu itu aku ikut lomba memukul plastik ( kepruk plastik ). Saat mataku ditutupi oleh saputangan dan diputar – putar rasanya kepalaku sangat pusing sekali teatapi aku berusaha untuk memeriakan acara lomba – lomba dalam rangka 17-an

Mesikipun aku sudah berusaha tetap saja aku kalah. Aku tidak merasa kalah aku hanya ingin memeriakan acara ini dengan baik. Bukan hanya lomba itu saja yang ada di kampungku. Aku ditunjuk lagi oleh ketua panitia lomba untuk mengikuti lomba makan kerupuk mulanya aku tidak mau tetapi aku tidak bisa menolak. Lomba itu KAR – TAR dilaksanakan setelah lomba anak – anak. Setelah lomba anak – anak selesai lomba KAR - TAR pun dimulai. Anak – anak, ibu – ibu, bahkan bapak – bapak pun melihat dengan Antusias. Akupun dipanggil dengan melalui mickrophone. Bukan aku saja yang dipanggil tetapi teman – temanku yang lain pun dipanggil. Setelah panitia menghitung kami pun berlari supaya aku cepat untuk memakan kerupuk itu. Dan akhirnya pun aku memenangkan lomba tersebut dalam beberapa tahap. Tahap kedua ( babak kedua ) aku masuk semi final, berhubung rekan – rekan KAR - TAR cuma sedikit ( yang datang ). Pada babak kedua aku memenangkan lagi dalam perlombaan tersebut. Pada saat masuk final aku kalah oleh salah satu rekan – rekan karang taruna. Meskipun aku kalah dalam perlombaan tersebut aku tidak merasa kecewa, kerena aku hanya berpartisipasi agar HUT RI ke-62 itu lebih meriah dari pada tahun yang sebelumnya.

Saturday, June 9, 2007

PUISI

Ajarkan Aku

Melupakanmu keinginan terbesarku

Namun ku tak sanggup

Meninggalkan beks laraku

Hiti yang hancur karena perilakumu

Yang membuat segalanya berubah

Pada diriku ……..

Tolong akau ……

Wahai kaekasihku

Ajarkan aku untuk melupakannmu

Agar aku terbiasa jalani hidupku tanpamu

Ajarkan aku membencimu

Agar aku kuat tanpa hadirmu

Yang kini telah pergi

Tinggalkan aku sendiri

Bersama angin sepi

By : Andrea Yurvian U

Sahabat

Sobat …….

Sekian lama kita bersama

Kau selalu menyenangkan hatiku

Tak ada rasa kecewa maupun cemburu

Yang terlintas dalam pikiranku

Namun, kau sekarang bukan untukku

Setelah aku berikan pengorbananku kepadamu

Tak ku sangka dan tak ku duga

Kau tega berbuat nista

Kau pergi begitu saja

Tanpa satu alasan yang nyata

Mudah saja kau melupakan kebersamaamn kita dulu

Dan kini kau melupakan ku serta menganggapku sebagai musuh

Ya Tuhan …….

Apakah ini yang dimaksud dengan teman ?

Tapi, kenapa teman bis ajadi lawan

Dan mudah saja ada pertengkaran

Hanya karena ada kesalah pahaman

Inilah yang membuatku kebingungan

Apalah sebenarnya arti dari “Persahabatan” ?

By : Andrea yurvian U

Tuesday, March 27, 2007

Kata Mutiara

Kuingat kata-kata mutiara yang menusuk dalam batin.
"Orang mulia menyalahkan dirinya, orang bodoh menyalahkan orang lain
"Mengenal diri yang paling penting, adalah utama demi kesadaran jagat raya.
Berarti pula memahami kesalahan, serta kekeliruannya masing-masing.

Semakin banyak yang dipikirkan.
Semakin banyak yang dibutuhkan.
Berarti semakin menumpuk pula resikonya.

Menunggu sangatlah mengesalkan, membosankan dan menggelisahkan.
Meskipun duduk dalam mobil mewah dan cukup makanan.
Apalagi ulahnya orang pemalas.
Yang seumur-umur hanya menunggu waktu yang tidak kunjung berakhir.

Mendidik bukan hanya dengan nasihat saja.
Sebab yang menjadi sukses adalah memberikan contoh dengan perbuatan yang baik.
Sesuai dengan apa yang dikatakannya.
Jangan lain di kata lain di perbuatan.

Semua yang ada di sekitar kita, meskipun tinggi nilainya, tidak ada artinya sama kali.
Tampaknya seakan semua gersang, jika kita terjangkit penyakit bosan.

Sesuatu yang baik, belum tentu benar.
Sesuatu yang benar, belum tentu baik.
Sesuatu yang bagus, belum tentu berharga.
Sesuatu yang berharga/berguna, belum tentu bagus.

Tuesday, February 27, 2007